Pasang Kabel

Belajar membuat, memperbaiki, memasang dan memahami cara kerja peralatan elektronik dan listrik

Selasa, Mei 05, 2015

Grounding ROD dan Cara Pasang

Semua tentang kabel tentunya ada disini, baik kabel listrik, kabel ground, dan kabel lainnya. Sekarang kita simak kabel yang mengarah ke grounding.

Pentanahan atau grounding untuk keamanan manusia dan peralatan elektronik yang ada di suatu bagunan terutama pada bangunan yang di dalamnya terdapat jaringan yang bermuatan listrik atau sebuah bangunan tinggi seperti tower dengan bahan logam yang menjulang tinggi paling tidak melebihi dari tinggi sebuah bangunan, wajib dipasangi sebuah pentanahan atau grounding terlebih lagi untuk jaringan penangkal petir namun tentunya pemasangan penangkal petir harus dibedakan dengan grounding atau pentanahan jaringan listrik rumah (terpisah). 

Fungsi Pentanahan atau grounding  sendiri adalah sebagai pengalihan atau penetral muatan listrik yang tidak kita inginkan atau mencegah terjadinya kontak antara makhluk hidup dengan tegangan listrik berbahaya yang diakibatkan oleh kegagalan isolasi atau timbulnya listrik statis. Listrik statis adalah kumpulan muatan listrik yang terdiri dari unsur negative dan positif, dalam keadaan diam (diam dalam arti elektron bergerak mengelilingi inti atom) namun dapat secara tiba-tiba bergerak atau terjadi loncatan bila didekatkan pada unsur penghantar seperti logam atau kabel listrik. Loncatan ini dapat berupa percikan api bermuatan besar, contohnya petir.

Bahwa dalam aturannya istilah pentanahan atau grounding adalah penghubungan suatu titik sirkit listrik atau suatu penghantar yang bukan bagian dari sirkit listrik, dengan bumi menurut cara tertentu.
Pentanahan atau grounding atau juga disebut sebagai pengardean (Arde) adalah Pelepasan muatan listrik dari benda logam yang di tanam di dalam tanah, Sedangkan tanah atau bumi adalah dasar yang bersifat netral dan tentunya mempunyai volume yang sangat besar sudah tentu sebesar apapun muatan listrik dapat diserap dan dinetralkannya.

Mengukur konduksi antara logam dan tanah menggunakan Ohm Meter biasanya dinamai Earth Tester Meter. Maksimal nilai konduksi logam dengan tanah dimana logam tersebut ditanam adalah maksimal 5 ohm, semakin keil nilai ohm konduksi tersebut semakin baik, maka pembumian atau pentanahannya semakin baik.

Kita dapat melihat berbagai penerapannya , contoh seperti di SPBU untuk pengisian ulang tangki BBM, atau di badan pesawat terbang yang biasanya dipasang pada ujung-ujung sayapnya pentanahan di badan pesawat terbang biasa disebut static discharge system cara kerjanya adalah dengan membuang listrik statis kembali ke udara yang disebabkan oleh gesekan udara pada badan pesawat karena kecepatan tinggi sehingga dapat juga terhindar dari sambaran petir.
Idealnya pemasangan grounding untuk sebuah logam yang di tanam ke tanah  atau memenuhi kategori jenis tanah :

Keasaman (PH)
Tanah dengan keasaman rendah sangat baik untuk penetral atau pembumian namun sebaliknya jika keasamannya tinggi menjadi kurang baik contoh tanah dengan keasaman tinggi (basa) tanah kapur atau perbukitan kapur yang warna tanahnya terang.

Kadar Air 
Tanah harus mempunyai kadar air yang cukup semakin banyak kadar airnya nilai pentanahan semakin baik.

Tekstur tanah 
Tekstur tanah juga menentukan baik tidaknya suatu penghantar dapat berkonduksi, contoh tanah dengan kandungan pasirnya yang banyak kurang baik untuk instalasi penangkal petir karena mineral dan kandungan airnya mudah hanyut atau menghilang.

Kandungan Mineral (seperti garam) 
Jika kita tinggal di sekitar pantai yang tanahnya mempunyai nilai mineral garam tinggi maka pemasangan penangkal petir atau grounding akan sangat baik.

Solusi Grounding pada daerah yang mempunyai nilai konduksi di atas 5 Ohm :
Untuk daerah yang memiliki karakteristik tanah yang konduktif tentu mudah untuk didapatkan pentahanan dibawah 5 ohm yaitu hanya dengan satu buah rod (batang logam) saja sudah cukup. 

Contoh gambar pasang grounding


Namun jika konduksi sebaran pentanahan melebihi dari 5 Ohm ada cara tertentu untuk mensiasatinya yaitu dengan cara  :

a. Rod Grounding Paralel
Grounding dengan sistem Paralel dapat dipakai jika sistem single masih diatas 5 Ohm untuk itu perlu ditambahkan stick pelepas dengan jarak minimal stick 2 mtr dari ground sebelumnya dan di sambung ke ground baru disebelahnya, lakukan secara berulang hingga nilai tahanan tanah menjadi dibawah 5 Ohm.

Paralel rod grounding


b. Multi Grounding 
Bila didapati kondisi tanah yang memiliki cirri yang jauh dari harapan  maka cara yang digunakan adalah dengan penggantian tanah dengan tanah yang mempunyai sifat menyimpan air atau tanah yang kandungan mineral garam dapat menghantar listrik dengan baik, contoh gunakan tanah humus , tanah kotoran ternak  atau tanah liat sawah, caranya :

Buatlah  titik rod lebar kira-kira 2 inc, kemudian di isi penuh dengan tanah pengganti tadi lalu kemudian isi dengan air setelah itu rod ground dapat anda tancapkan. Untuk lebih baik lagi p pada parit penghubung antar rod ground yang sudah terpasang kabel penghubung ( BC ) di uruk kembali dengan memakai tanah tadi.

multi rod grounding

Back To Top