Pasang Kabel

Belajar membuat, memperbaiki, memasang dan memahami cara kerja peralatan elektronik dan listrik

Sabtu, September 12, 2015

Mengenal Transformator (Trafo) Step Down

Transformator (Trafo) Step Down dirancang untuk mengurangi tegangan listrik. Tegangan Primer adalah lebih besar dari tegangan sekunder.  Misalnya untuk menggunakan peralatan  110V di negara dengan pasokan listrik 220v.
trafo step down
simbol trafo step down

Tranformator Step Down mengubah tegangan listrik dari satu tingkat atau konfigurasi fasenya biasanya turun ke tingkat yang lebih rendah. Aplikasi  untuk isolasi listrik, distribusi tenaga listrik, dan kontrol dan instrumentasi aplikasi. Transformator (Trafo) Step Down biasanya bergantung pada prinsip induksi magnetik antara kumparan untuk mengkonversi tegangan dan / atau level arus.
Transformator (Trafo) Step Down dibuat dari dua atau lebih kumparan kawat terisolasi di sekitar inti besi. Ketika tegangan masuk dan diberikan ke satu kumparan (sering disebut primer atau input) memagnetizes inti besi, yang menginduksi tegangan dalam kumparan lain (yaitu sekunder atau output). Ternyata rasio dari dua set gulungan menentukan jumlah transformasi tegangan.


Contoh: 100 primer ON dan 50 pada sekunder, rasio 2-1.
Transformator (Trafo) Step Down dapat dianggap tidak lebih dari perangkat "rasio tegangan".
Dengan langkah transformasi menurunkan rasio tegangan antara primer dan sekunder akan mencerminkan "membelokan rasio" (kecuali untuk satu fase yang lebih kecil dari 1 kva yang telah dikompensasi bagian sekunder). Sebuah contoh aplikasi praktis rasio 2-1 dimana rasio akan men-step 480v-240v tegangan turun. Perhatikan bahwa jika input tegangan sebesar 440 volt maka output akan 220 volt, Sedangkan rasio antara input dan tegangan output akan tetap konstan.

Perlu diketahui bahwa ransformers tidak boleh dioperasikan pada tegangan yang lebih tinggi dari nilai yang tertera pada transormator tersebut, namun hanya bisa dioperasikan pada tegangan mendekati atau lebih rendah dari dinilai tersebut. Sehubungan dengan kemungkinan akan digunakan untuk penggunaan peralatan Non Standard pada  transformer standard.
Transformator (Trafo) Step Down Fase tunggal 1 kva atau lebih besar dapat dibalik ke step-down atau step-up. (Catatan: step fase tunggal atau Transformator (Trafo) Step Down nya harus berukuran kurang dari 1 KVA tetapi tidak untuk sebaliknya karena gulungan sekunder saat reverse memerlukan tegangan tambahan untuk mengatasi penurunan tegangan saat beban diterapkan Jika digunakan sebaliknya, karena tegangan output akan berkurang dari yang diinginkan.

Transformator Step Down non standard :

PRINSIP KERJA TRAFO :

Pada artikel sebelumnya belum sempat saya bahas tentang Prinsipkerja trafo secara lengkap, kali ini saya ingin menambahkan prinsip kerja dari transformator.
Di dalam parkteknya, dikenal 3 sistem pendeteksian dan pengendalian transmormasi, yaitu :
  1. GGL Induksi Primer (e)
  2. GGL Induksi Sekunder (es)
  3. Rasio perbandingan lilitan (primer dan sekunder) (a)

1.    GGL Induksi Primer :

Sebagai contoh kumpatan primer kita hubungkan dengan sumber tegangan arus bolak balik (AC), maka arus I1 akan mengalir pada kumparan primer, dan menimbulkan flux magnet yang berubah- ubah sesuai frekuensi arus I1 pada kernel trafo, dan menimbulkan GGL induksi e pada kumparan primer.
Cara menghitung besar GGL induksi primer “e” adalah :
e = N.d / dt volt
dengan : e = GGL Induksi primer
N = Jumlah lilitan primer
d = Jumlah GGM, dalam weber
dt = Perubahan waktu, dalam detik

2. GGL Induksi Sekunder :

Perubahan flux magnetik yang menginduksi GGL “ep” adalah flux bersama (mutual flux), sehingga GGL induksi muncul pada kumparen sekunder sebagai es yang besarnya adalah :
es = Ns (d / dt) volt dengan Ns = jumlah lilitan kumparan sekunder dari (1) dan (2),

3. Rasio perbandingan lilitan (primer dan sekunder) :

Perbandingan lilitan dapat didapat dari perbandingan lilitan sebagai berikut :
a = ep / es = Np / Ns 
dengan a = rasio perbandingan lilitan (turn ratio) transformator
Back To Top